WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Santaro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santaro. Tampilkan semua postingan
       

       Setelah melakukan pertemuan antar kepala keluarga, desa Sekitasura pun berniat membantu untuk menyelesaikan mitos dari secarik kertas tersebut. Mereka memulai pencarian pemuda yang kira-kira mampu menyelesaikan misi untuk mencapai puncak gunung Panca. Mereka memulai dengan memasang pengumuman di kota agar mereka yang lewat mampu menemukan desa mereka. Setelah 50 hari pengumuman tersebut terpasang tiba-tiba......

       "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap seorang Pemuda. Sontak penduduk desa Sekitasura pun bingung dan berkata kepada pemuda "Apa yang kau ucapkan ? kami tidak mengerti ucapanmu". Pemuda tersebut hanya tersenyum, pemuda tersebut sepertinya menyadari mereka tidak mengerti apa yang ia sebutkan karena belum pernah ada seseorang yang datang dan memberikan pencerahan tentang kalimat tersebut. Kemudian Pemuda tersebut berjalan menuju salah satu pemuda lainnya lalu mereka berjabat tangan dan berkenalan. Pemuda tersebut berkata "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan nama saya..." belum sempat melanjutkan kalimat tersebut tiba - tiba telinga pemuda tersebut berdenging sangat kencang dan seperti mendengar suara tersebut dari suatu arah, refleks pemuda tersebut berlari menuju tempat tersebut.




       "Astaghfirullah" pemuda tersebut tersentak setelah melihat sesuatu yang besar , berbulu, dan berwarna hitam pekat dengan mata yang berwarna merah menyala serta kuku - kuku tajamnya yang kira-kira mencapai 1 meter panjangnya. Makhluk tersebut pun berdiri tegak, tinggi sekali dengan perkiraan pemuda tersebut tingginya sampai 5 meter. Makhluk tersebut berdiri di dekat sumur yang sudah berlumut dan berada di bagian yang sepertinya jarang di datangi penduduk karena mereka memiliki sumur yang lebih baik di tengah rumah-rumah mereka.

       Pemuda tersebut memejamkan mata dan seketika pandangan matanya berubah menjadi merah menyala lalu pemuda tersebut dapat melakukan komunikasi tanpa mengucapkan sepatah katapun, pemuda tersebut seperti masuk ke dimensi lain. Setelah 5 menit berkomunikasi pemuda tersebut lemas dan makhluk tersebut yang di ketahui bernama Genderuwo. Genderuwo pun mengatakan kepada pemuda itu "Cepatlah pergi dari desa menyedihkan ini, desa ini akan segera di datangi makhluk seperti aku. Namun, mereka lebih besar, mereka lebih kuat, mereka lebih jahat dan mereka sangat banyak". Namun, si pemuda perlahan membuka matanya dan menatap ke sekelilingnya dan akhirnya duduk bersila di atas tanah dan mengingat kembali pesan gurunya. "Surya, apapun yang terjadi kau jangan pernah takut dengan makhluk lain selain Allah. Makhluk - makhluk tersebut hanya ingin membuat manusia takluk dan tunduk kepada mereka agar manusia menyembah selain Allah". Surya, sang pemuda tersebut berdiri dan menggenggamkan jarinya. Dia menaruh genggaman tangannya di dadanya tepat di depan jantungnya dan berkata didalam hati "Aku akan ingat itu guru!".

       Surya mendekatkan dirinya kepada warga dan mengucapkan salam untuk ketiga kalinya dan tiba-tiba saat berjalan menuju mereka, surya melihat salah satu rumah bertuliskan nama seseorang yang tidak asing di benaknya lalu diapun mengubah arah langkah kakinya. Surya semakin dekat dengan rumah tersebut, kemudian datang seorang pria yang berumur sekitar 60 tahun, seumur dengan gurunya dan memegang tangannya serta berkata "Hei kau pemuda, siapa kau ? mengapa kau berjalan menuju rumah ini ? kau dilarang masuk". Surya berbalik arah dan menatap pria tersebut dan berkata "ehmm, halo kek maaf ya kek saya tidak bermaksud lancang, namun saya kenal dengan nama yang tertulis dipintu ini kek. Saya yakin sekali saya mengenalinya". Kakek tersebut berkata "Tidak mungkin nak, dia pergi sekitar 16 tahun yang lalu dia meninggalkan kita misteri dan kenangan" surya membalas "Apa ? 16 Tahun lalu ? iya juga ya kek bagaimana saya bisa mengenalnya ? sedangkan umur saya pun masih 16 tahun. Lalu, misteri ? kenangan ? apa yang terjadi dengannya kek ?" kakek tersebut berkata "Baiklah nak, lebih baik kita masuk kerumahku dan akan kuceritakan semua yang kuketahui tentangnya". Surya mengangguk dan menuju rumah kakek tersebut.

*Sementara ditempat lain tepatnya di kota Bandung*

       "Aduh! kenapa sampai saat ini aku tidak bisa memecahkan genteng yang hanya terbuat dari tanah liat ini?! sampai kapan aku harus berlatih seperti ini ? apa sih tujuanku sebenarnya! aaaarghhh!" ... *Bersambung*


             Dikisahkan pada zaman dahulu, terdapat desa kecil yang terletak di daerah Bogor Jawa Barat. Desa tersebut hanya ditinggali 10 kepala keluarga. Ia terletak di sebuah gunung yang dinamakan gunung Panca. Desa tersebut terletak mengitari dan menanjaki gunung, atau mengelilingi jalan menuju puncak gunung. Maisng-masing rumah dari desa tersebut memiliki jarak satu sama lain yaitu 500m. Dari desa ini, desa desa disekitarnya terutama yang terletak tidak begitu jauh dari gunung Panca sering mendengar suara hauman macan dan serigala. Bahkan terkadang seperti ada suara burung elang namun para penduduk yakin itu bukan burung elang, seperti burung lain namun terdengar besar dan mengerikan. Dan anehnya lagi terkadang cuaca di sekitar desa tersebut sangatlah panas seperti menandakan bahwa gunung panca adalah gunung berapi. Namun, semua warga desa percaya gunung tersebut hanyalah gunung biasa, bukan gunung berapi.
         
             Desa Medi, itulah sebutan untuk desa yang sangat aneh ini. Begitulah ucap para penduduk desa lain. Desa tersebut terkenal angker dan desa tersebut banyak mengandung misteri. Karena, tidak ada makhluk yang diketahui pernah kembali dari sana. Kuda yang dilepas pun tidak pernah kembali ke desa mereka. Namun, terdapat mitos bahwa suatu saat nanti hanya ada 5 orang manusia yang mampu mencapai puncak. Dan jika mereka kembali ke lereng gunung. Mereka akan dinamai Santaro (Santri). Mitos ini pun beredar setelah salah satu warga desa Sekitasura yang bernama Ibnu tiba-tiba menghilang dengan meninggalkan secarcik kertas yang bersikan kata-kata seperti ini.

 "Aku bersaksi dengan tulus dan tidak ada sedikitpun kebohongan yang aku tuliskan disecarik kertas ini. Dia mendatangi ku saat aku tertidur pulas. Ia memberitahukan bahwa aku tidak dapat berdiam diri lagi di desa Sekitasura. Aku harus pergi menemukan 5 orang manusia yang pantas. Mereka dapat membantu kalian, membantu seluruh manusia. Mereka akan menaiki gunung Panca sampai kepuncak dan akan kembali ke dasar dengan selamat. Mereka naik berjalan kaki dan menuruninya dengan berjalan kaki pula. Senyum akan selalu tampak di wajah mereka. Mereka akan turun dengan membawa sebuah benda yang kalian belum pernah lihat sebelumnya. Dan mereka dapat pergi begitu saja setelah membantu kalian..." *kertas tersebut sebagian hilang

Cerita ini terus diceritakan kepada anak-anak penduduk desa secara turun-temurun. Sampai 16 Tahun berlalu desa-desa di sekitar desa Sekitasura pun akhirnya memilih untuk bergabung dengan desa Sekitasura. Mereka bergabung karena mereka mulai resah karena di lereng gunung Panca saat malam suka terlihat cahaya berwarna - warni mengelilingi gunung tersebut dan seperti berbentuk segi lima. Belum ada warga yang berani menuju tempat tersebut. Namun, para pendahulu yakin di lereng gunung Panca terdapat 5 desa yang letaknya memang terpisah cukup jauh dan jika dilihat dengan baik desa tersebut pun seperti menanjaki gunung Panca.

            Setelah melakukan pertemuan antar kepala keluarga, desa Sekitasura pun berniat membantu untuk menyelesaikan mitos dari secarik kertas tersebut. Mereka memulai pencarian pemuda yang kira-kira mampu menyelesaikan misi untuk mencapai puncak gunung Panca. Mereka memulai dengan memasang pengumuman di kota agar mereka yang lewat mampu menemukan desa mereka. Setelah 50 hari pengumuman tersebut terpasang tiba-tiba......


*Eps 1 : Misteri Gunung Panca